🗓 Boyolali, 24 Juni 2025

Sebagai bentuk komitmen dalam menyelaraskan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri masa kini, SMK Muhammadiyah 1 Boyolali menggelar kegiatan Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) sekaligus Penyelarasan Kurikulum dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) pada Selasa, 24 Juni 2025. Kegiatan ini mengusung tema:
“Penguatan Soft Skill, Kewirausahaan, dan Teaching Factory di Era Kurikulum Merdeka.”

Acara tersebut melibatkan para guru dari berbagai program keahlian serta menghadirkan mitra industri strategis, yakni Nissan dan Telkom Akses Surakarta, sebagai bagian dari upaya menyusun kurikulum yang lebih kontekstual dan berbasis kebutuhan dunia kerja.

Penegasan dari Pengawas: Kurikulum Harus Membangun Kepercayaan Diri dan Kesiapan Kerja

Dalam arahannya, Drs. Marwanto, M.Pd. selaku pengawas SMK, menekankan pentingnya membekali siswa dengan kemampuan public speaking dan pembuatan dokumen lamaran kerja yang baik.

“Banyak lulusan SMK masih gugup saat wawancara kerja dan belum mampu membuat CV yang menarik. Ini harus menjadi perhatian dalam proses pembelajaran,” tegasnya.

Beliau juga menyampaikan pentingnya pembelajaran yang menggembirakan sesuai dengan arah Kurikulum Merdeka — pendidikan yang berpusat pada siswa dan mendorong keterlibatan aktif dalam suasana yang positif.

Mitra Industri: Tantangan Nyata dan Peluang Kolaborasi

Perwakilan dari Nissan menyampaikan bahwa dunia otomotif telah mengalami perubahan besar, dari kendaraan manual ke matik, dan kini masuk ke era mobil listrik. Oleh karena itu, kerja sama antara sekolah dan industri menjadi semakin penting, termasuk dalam hal magang, pelatihan guru, bahkan kolaborasi lintas mapel.

“Bukan hanya guru produktif, guru non-produktif seperti guru Bahasa Inggris pun bisa terlibat. Misalnya, dalam komunikasi dengan pelanggan asing di bengkel atau showroom,” jelasnya.

Sementara itu, dari Telkom Akses Surakarta, dibahas perkembangan teknologi jaringan optik yang kini menjadi tulang punggung konektivitas digital.

“Kami siap menjalin kemitraan dengan SMK Mutu Boyolali dalam bentuk pelatihan bersama, baik untuk guru maupun siswa, agar siap menghadapi tantangan di masa depan,” ujar perwakilan Telkom Akses.

SMK Mutu Siap Menjadi Pusat Pendidikan Vokasi yang Unggul dan Terkini

Kegiatan ini menjadi langkah konkret SMK Muhammadiyah 1 Boyolali dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka yang lebih kontekstual dan adaptif terhadap dunia kerja. Melalui penyusunan kurikulum yang melibatkan dunia industri secara langsung, sekolah meneguhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang link and match, serta berorientasi pada pembentukan karakter, keterampilan abad 21, dan kesiapan kerja lulusan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *